search
Login | Signup | Support
  • 0
  • ×

    Add as FriendSosialisasi pembentukan kepribadian

    by: evi

    Current Rating : Rate It :

    3875

    Views

    Download
     
    1 : Sosialisasi dan pembentukan kepribadian Powerpoint created by : Evi Nurul Qomariyah, S.Pd Tahun pelajaran 2009 / 2010 SMP NEGERI 1 KEPANJEN
    2 : Sosialisasi Pengertian Tujuan Indikasi keberhasilan Bentuk Tahapan Faktor yg mempengaruhi Media Pola soaialisasi Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    3 : Pengertian sosialisasi Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang mempelajari “cara hidup” masyarakat untuk mengembangkan potensinya, baik sebagai individu/ pribadi maupun sebagai anggota kelompok, sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Untuk mewujudkan potensi tersebut, manusia harus belajar. Selama proses belajar itulah seorang individu tumbuh menjadi seseorang “pribadi” (person). Proses belajar inilah yang disebut sosialisasi. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    4 : Pengertian sosialisasi dalam arti luas dan sempit Dalam arti luas, sosialisasi adalah proses pembelajaran masyarakat “menghantar” warganya masuk ke dalam kebudayaan. Dengan kata lain masyarakat melakukan suatu rangkaian kegiatan untuk mengkomunikasikan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam arti sempit, sosialisasi adalah seperangkat kegiatan masyarakat, yang di dalamnya individu-individu belajar dan diajar memahirkan diri dalam peranan sosial sesuai dengan bakatnya. Dalam arti ini, sosialisasi berkaitan erat dengan masalah pendidikan formal (sekolah) angkatan muda, dalam kaitannya dengan “fungsi sosial” / “peranan sosial”. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    5 : Tujuan sosialisasi Dapat mengetahui nilai dan norma yang berlaku di dalam sebuah masyarakat minimal dimana individu tersebut tinggal, sehingga memungkinkan seseorang tidak mengalami kegagalan dalam proses pergaulan Dapat lebih memahami lingkungan sosial budaya suatu kelompok masyarakat sehingga seseorang akan dengan mudah dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan masyarakat yang baru Untuk memahami kondisi lingkungan alam sekitar, sehingga sangat berguna bagi seseorang untuk mengembangkan dan melancarkan aktivitas pekerjaannya Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    6 : Untuk mengetahui kondisi lingkungan sosial yang terkait dengan aktivitas pribadinya, sehingga membuat seseorang tersebut akan lebih hati-hati dan waspada Memberi ketrampilan yang dinutuhkan seseorang dalam kehidupannya ditengah-tengah masyarakat Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayan pokok yang ada pada masyarakat Memampukan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    7 : Indikasi keberhasilan sosialisasi Meningkatnya status dan peran sosial seseorang yang ditunjukkan oleh meningkatnya tingkat kepercayaan kelompok terhadap diri seseorang Segera dapat beradaptasi dengan ligkungan, baik sosial maupun fisik Diakui dan terintregasi secara kuat dengan masyarakat setempat dalam aktivitas kemasyarakatan. Timbul ketentraman dalam pergaulan dan berkarier karena memiliki banyak relasi Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    8 : Bentuk sosialisasi Menurut Peter L. Berger bentuk sosialisasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu…. Sosialisasi primer, merupakan bentuk sosialisasi yang pertama kali dialami oleh setiap individu. Yaitu bentuk sosialisasi yang dialami ddalam sebuah keluarga Sosialisasi sekunder, adalah proses sosialisasi yang dialami di luar lingkungan keluarga. Dalam hal ini, seseorang mulai mengenal adanya proses desosialisasi (penaggalan identitas diri) dan dilanjutkan dg proses resosialisasi (mendapatkan identitas baru melalui institusi sosial) Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    9 : Tahapan sosialisasi Masa anak-anak pada saat seseorang dilahirkan, hidupnya tergantung pada perlindungan keluarga. Seseorang mulai belajar dengan cara meniru perilaku dan tindakan serta pembicaraan anggota keluarga. Tahap meniru ini oleh George Herbert Mead disebau preparatory stage. Masa remaja seorang remaja berusaha menyamakan dirinya dengan seorang tokoh pujaannya, dari gaya rambut, pakaian, dan sebagainya. Tahap ini sering disebut game stage. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    10 : masa remaja sering disebut masa puber. Seseorang sering mengalami krisis pribadi, ditandai dengan tindakan suka menyendiri, temperamen tinggi, agresif, emosional, sehingga mudah terpengaruh oleh hal-hal tertentu. Dan sering mencoba-coba. Hal buruk sering terjadi, dan menimbulkan gejala perilaku menyimpang. Masa dewasa pada masa ini, perkembangan proses sosialisasi mengalami titik klimaks. Proses sosialisasi sudah cenderung pada penyesuaian diri yang disebut generalized other. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    11 : Faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi Faktor intrinsik …adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Umumnya diperoleh dari warisan biologis / pembawaan. Faktor ini Meliputi, IQ, bakat, postur tubuh, golongan darah. Faktor ekstrinsik …adalah segala faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Faktor ini berupa lingkungan sosial budaya dmana seorang individu itu tinggal. Faktor ini meliputi, lingk.pendidikan, pekerjaan, masyarakat, dan pergaulan. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    12 : Media sosialisasi dapat dikatakan bahwa media sosialisasi adalah merupakan sarana bagi seorang individu untuk belajar berinteraksi sehingga individu tersebut mengenal sistem tata kelakuan hubungan dalam lingkungan masyarakat. Keluarga keluarga merupakan media sosialisasi paling awal. Di dalam keluarga proses sosialisasi dimulai dengan proses belajar menyesuaikan dan mengikuti setiap apa yang diajarkan oleh anggota keluarga lain. Dalam media ini orang tua memiliki peranan penting dan vital di dalam membentuk pola perilaku dan kepribadian seorang anak sejak ia dilahirkan. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    13 : Peran orang tua dalam media sosialisasi : Menamkan kedisiplinan dan ketertiban pola hidup sehingga terbentuk pola perilaku, watak, dan kepribadian anak. Memberikan pengawasan dan pengendalian yang wajar sehingga anak tidak merasa tertekan jiwa. Mendorong dan mengajarkan anak agar dapat membedakan perilaku yg benar dan salah, dan sebagainya. Memberikan teladan perilaku yang baik sesuai dg nilai & norma yg berlaku didalam masyarakat. apabila pada kenyataannya didapati sikap anak berbeda dengan hal diatas, bisa jadi disebabkan karena sikap orang tua yang selalu sibuk sendiri dengan pekerjaannya, atau karena sikap orang tua terlalu otoriter dan kejam, sehingga anak merasa tertekan. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    14 : Kelompok bermain agen sosialisasi lain di luar keluarga adalah teman sepermainan, tetangga, teman sekolah, dan kerabat. Dalam tahap ini pikirannya masih bersifat egosentris, belum dapat menerima pendapat orang lain. Sikap seperti ini tentu akan menimbulkan perselisihan dg teman-temannya. makin meningkat umur anak, semakin penting pula pengaruh kelompok teman sepermainan. Kadang-kadang dapat terjadi konflik anatar norma yang didapatkan dari keluarga & norma yang diterimanya dalam pergaula dengan teman sepermainan. salah satu faktor lain yg mempengaruhi tindakan negatif si anak menjelang usia dewasa adalah ketidak menentuan status. Secara fisik, mereka bukan lagi anak-anak, tetapi kalangan umum belum mengakuinya sebagai orang dewasa. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    15 : Lingkungan sekolah lingkungan sekolah merupakan sebuah wahana diselenggarakan pendidikan formal bagi anak didik guna memperoleh bekal kelak dikemudian hari setelah dirinya tidak lagi tergantung pada orangtuanya. apabila seorang anak mulai memasuki bangku sekolah, maka secara resmi ia menjadi anggota kelompok formal yg terkait dengan aturan-aturan resmi. Ia dihadapkan pada norma-norma yg harus diikutinya sendiri secara teratur dengan sanksi tertentu.pada mulanya ia sangat merasa lingkungan sekolah sangat asing karena baik di lingkungan keluarga maupun teman sepermainan, tidak ditemukannya norma-norma yg disertai sanksi- sanksi ketat Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    16 : terbukti sosialisasi melalui sistem pendidikan formal cukup efektif, karena di samping membaca, menulis dan berhitung, disekolah diajarkan juga mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), dan kesamaan kedudukan (universalisme) fungsi lembaga pendidikan formal adalah: Modal dalam memilih dan menetukan pekerjaan dan mata pencaharian. Wahana pengembangan potensi demi pemenuhan kebutuhan pribadi & pengembangan masyarakat Wahana pelestarian budaya Wahana pematangan kepribadian Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    17 : Lingkungan kerja lingkungan kerja dapat membentuk kepribadian. Seseorang yang bekerja dalam sebuah lingkungan kerja tertentu niscaya akan memiliki endapan-endapan pengalaman yang mengkristal dan kemudian muncul sebagai sebuah bentuk pola perilaku sehari-hari yang kemudian akan berkembang menjadi kepribadian yang akan sulit sekali berubah. Hal ini akan terlihat apabila seseorang telah lama bekerja dalam sebuah lingkungan kerja dan kemudian pindah pada sebuah lingkungan kerja baru, niscaya orang tersebut akan kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya tersebut. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    18 : Media massa media massa juga merupakan agen sosialisasi yag cukup berpengaruh terhadap perilaku khalayaknya. Media massa terdiri atas media cetak dan media elektronik. Informasi yang disajikan, dapat mempengaruhi pola perilaku masyarakat, baik pola perilaku yang positif maupun pola perilaku negatif . Media massa pun sering digunakan untuk mengukur, membentuk, ataupun mempengaruhi pendapat umum. Bagi masyarakat yang memiliki kecerdasan cukup dan kemampuan pikir yang tinggi media massa dapat dijadikan sebagai jendela dunia yang dapat mengembangkan cakrawala guna memajukan kualitas hidupnya Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    19 : Pola sosialisasi Sosialisasi represif sosialisasi dengan cara represif menekankan penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Sosialisasi dengan cara represif pun mempunyai ciri-ciri lain seperti penekanan pada kepatuhan anak pada orang tua, penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah pada keinginan orang tua. Sosialisasi partisipatoris dalam pola ini anak diberi apabila berperilaku baik. Penekanan diletakkan pada interaksi si anak menjadi pusat sosialisasi dan kebutuhannya juga dianggap penting. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    20 : kepribadian Pengertian kepribadian Komponen pokok kepribadian Faktor yang mempengaruhi kepribadian Tahap perkembangan kepribadian Tipe kepribadian Hubungan antara kepribadian, sosialisasi Pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian Tipe kebudayaan khusus yang memengaruhi kepribadian Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    21 : Pengertian kepribadian Dalam buku “sosiologi suatu pengantar” karya Soerjono Soekanto, 1990 dinyatakan definisi dari Theodore M. Newcomb bahwa KEPRIBADIAN merupakan organisasi sikap yang dimiliki oleh seseorang sebagai latar belakang perilakunya. Dari definisi tersebut dapat disampaikan bahwa kepribadian merupakan suatu sistem organisasi dari sikap seseorang untuk merasakan, berfikir, berbuat, dan mengetahui secara khusus apabila berhubungan dengan orang lain atau ketika ia menanggapi suatu problema Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    22 : Berdasarkan beberapa definisi kepribadian dari beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa: Kepribadian merupakan abstraksi dari pola perilaku manusia Kepribadian merupakan ciri watak yang konsisten sebagai identitas seseorang Kepribadian merupakan kebiasaan-kebiasaan, sikap, dan berbagai sifat yang khas apabila seseorang berhubungan dengan orang lain Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    23 : Komponen pokok kepribadian Cipta …adalah bagian dari jiwa manusia bersifat abstrak yang merupakan pusat intelegensi, yang diperoleh berdasarkan pengalaman dalam proses sosialisasi. Rasa …adalah bagian dari jiwa manusia yang merupakan pusat dari indra perasa yang berfungsi sebagai pengukur dan pengendali perilaku manusia. Karsa …adalah bagian dari jiwa manusia yang merupakan pusat dari kehendak dan nafsu Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    24 : Faktor yang memengaruhi kepribadian Warisan biologis warisan biologis / faktor keturunan berpengaruh terhadap keramah-tamahan, perilaku kompulsif (terpaksa dilakukan), dan kemudahan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi tidak berpengaruh dlm pembentukan bakat, minat, dorongan hati, kepemimpinan, pengendalian diri dan sikap Faktor lingkungan Perbedaan iklim, topografi, dan SDA menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam. Melalui penyesuaian diri itu, dengan sendirinya kebudayaan pun dipengaruhi oleh alam. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    25 : Faktor kelompok kehidupan manusia dipengaruhi oleh kelompoknya. Kelompok manusia mempengaruhi anggotanya, dan para anggotanya menyesuaikan diri terhadap kelompoknya. Faktor kebudayaan khusus setiap kelompok masyarakat memiliki ciri khas yang membedakan dengan kelompok masyarakat yang lain. Ciri khas tersebut merupakan budaya khusus dari sebuah kelompok yang bersangkutan & budaya khusus tersebut dapat membentuk kepribadian khusus Faktor pengalaman unik seseorang memiliki pengalaman unk pribadi sendiri-sendiri. Jika pengalaman yg dialami sangat menyenangkan & membanggakan, hal tersebut akan selalu membuatnya percaya diri dalam menghadapi berbagai masalah, dan sebaliknya Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    26 : Kepribadian seseorang terdiri atas dua unsur terpenting yang merupakan bagian dari keseluruhan dari kepribadian. Yaitu: Basic personality structure,yaitu unsur-unsur dasar dari berbagai sikap yang bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Unsur ini disebut attitude Capital personality, yaitu unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan atau pengetahuan yang sifatnya mudah berubah. Keyakinan / pengetahuan tersebut diperoleh melalui pengalaman dalam bergaul. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    27 : Tahap perkembangan kepribadian sebagai hasil sosialisasi Fase pertama - terjadi di dalam lingkungan keluarga - dimulai pada umur 1-2 tahun - individu mulai mengenali diri dan lingkungannya - memiliki rasa ego dan super ego Fase kedua - fase ini berlangsung dalam waktu yg cukup panjang - mulai terjadi perkembangan kepribadian - rasa ego yang dimiliki mulai berkurang dan sudah mulai bisa menerima & menghargai pendapat orang lain - mulai terlihat tipikal perilaku yang khas, perangai, kegemaran, bakat, dan tingkat kecerdasan yang dimiliki
    28 : Fase ketiga - dalam fase ini seorang individu sudah bisa dikatakan dewasa - kepribadian seseorang sudah berkembang dan relatif stabil - dalam fase ini kepribadian seseorang masih bisa berubah karena manusia memiliki capital personality Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    29 : Tipe kepribadian Kepribadian normatif (normative man) - kepribadian yang ideal dimana seseorang akan menerapkan basic personality structure - terbentuk karena sejak kecil telah diberi pendidikan budi pekerti & kepercayaan yang baik. - akan menjadi pribadi yang kritis dan dalam proses sosialisasi ia dapat menjaga antara perlakuan terhadap dirinya & orang lain Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    30 : Kepribadian perbatasan (marginal man) - kepribadian tipe ini memiliki bentuk yang baku, bersifat labil, seolah-olah memiliki lebih dari satu corak kepribadian - kepribadian ini sering terjadi pada keturunan campuran antara dua etnis Kepribadian otoriter (otoriter man) - terbentuk manakala seseorang selalu menempati posisi atas dalam lingkungannya, yang selalu menuntut pemenangan kepentingan dirinya diatas kepentingan orang lain Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    31 : Hubungan antara kepribadian, sosialisasi, dan kebudayaan Kepribadian dapat menjadi acuan bermasyarakat yang kemudian disebut budaya masyarakat. Sebaliknya, sifat budaya yang dinamis memerlukan sosialisasi agar sesuai dengan kepribadian masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari kebudayaan merupakan perangkat yang dihasilkan oleh suatu bentuk kehidupan bersama, yang kemudian dijadikan pedoman untuk menyelenggarakan seluruh tata kehidupan warga masyarakat. Dari sinilah maka kebudayaan selalu berubah disesuaikan dengan situasi yang ada di dalam masyarakat. Bagi generasi baru, kebudayaan akan membentuk pola perilaku dan selanjutnya membentuk kepribadian. Jadi jelaslah bahwa kebudayaan merupakan komponen yang sangat menentukan bagaimana corak kepribadian dari warga masyarakat. Proses demikian dinamakan social determinism Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    32 : Pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian Masyarakat pedesaan 1) gotong royong, akan menumbuhkan kepribadian… - solidaritas sosial sangat tinggi - rela berkorban & peka trhdp masalah sosial - memiliki sifat kebersamaan 2) kehidupan masih tradisional, membentuk kepribadian polos dan jujur, pola aktivitas spiritualnya bersifat religius magis, taat dan patuh menjalankan norma Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    33 : 3) Kurang menghargai waktu masyarakat pedesaan kurang pandai menghargai waktu sehingga akan terbentuk kepribadian yang tidak tepat waktu, sabar, bekerjanya lamban. masyarakat perkotaan Dalam kehidupan masyarakat perkotaan penghargaan harkat & martabatnya didasarkan pada prestasi kerja. Akan tetapi strata sosialnya didasarkan pada kepemilikan harta benda 1) penghargaan harkat martabat didasarkan pada prestasi kerja, menumbuhkan kepribadian…. Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    34 : Menghargai waktu dan berbuat tepat waktu. Bersifat egois & kurang menghargai kerja sama Giat menuntut kemauan untuk masa depan 2) Strata sosial yang didasarkan pada jumlah kepemilikan harta benda, akan membentuk kepribadian yang bersifat egosentris, materialistis, orientasi hidup mengarah pada masa yang akan datang 3) Kompetisi hidup sangat kuat sehingga akan terbentuk kepribadian egis dan individualis, solidaritas terbatas, dan cenderung berani melanggar norma Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    35 : Tipe kebudayaan khusus pengaruh kepribadian Ada beberapa tipe kebudayaan khusus/subculture yang juga mempengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang. Subculture yang dimaksud adalah: Kebudayaan khusus berdasarkan faktor kedaerahan Kebudayaan khusus yang berhubungan dengan cara hidup Kebudayaan khusus kelas sosial Kebudayaan khusus atas dasar agama Kebudayaan khusus berdasarkan profesi Powerpoint by: Evi Nurul Qomariyah, S.Pd
    36 : … study hard & good luck
    Copyright © 2014 www.slideworld.com. All rights reserved.